Ruwat Desa. Diramaikan Janda Warga Desa Rangka Kidul, Dapatkan Talih Asih Dari Kades

Sidoarjo | RNN – Tradisi ruwat desa atau ruwat deso (dalam bahasa Jawa) merupakan tradisi yang tidak asing lagi bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat di pedesaan masih mempercayai adat istiadat yang diwariskan. Dalam bahasa Jawa, kata ‘ruwat’ berarti ‘luwar’ berarti melepaskan atau membebaskan, yang menurut kepercayaan warga setempat yaitu membebaskan desa dari malapetaka yang tidak diinginkan.

Dengan kata lain Ruwat Desa oleh masyarakat dimaknai sebagai bentuk syukur dan bertujuan untuk mendoakan para tokoh pendiri desa juga memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan perlidungan desa dari hal buruk dan juga agar hasil pertanian warga dijauhkan dari hama perusak.

Di setiap desa di Sidoarjo yang melaksanakan tradisi ini tentunya memiliki cara uniknya tersendiri. Salah satunya Desa Rangka Kidul, Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang hingga saat ini masih mempercayai dan melaksanakan tradisi Ruwat Desa Rangkah Kidul dengan melibatkan Ratusan Massa dan Puluhan Tumpeng Raksasa.

Tampak hadir dalam kegiatan ini, Kepala desa H. Warlheiyono, para tokoh Forkopimka Sidoarjo, Camat Sidoarjo Kota M. Azis Muslim S.sos, Polsek dan Koramil Kota. Acara diisi dengan seserahan hasil bumi dari seluruh warga Rangkah Kidul melalui masing-masing perwakilan RT dan RW, berupa hasil bumi yang dihias dalam bentuk tumpeng raksasa.

Kepala Desa Rangkah Kidul H. Warlheiyono mengatakan, “Terimakasih atas dukungan seluruh warga yang selama ini mendukung totalitas, apabila ada kekurangan baik tindakan dan kata mohon maaf sebesar-besarnya. Sebenarnya saya sangat berat meninggalkan jabatan ini terlanjur sayang dengan warga dan sebaliknya”, ujar Warlheiyono (7/2/2026) diiringi isak tangis, namun dengan sigap Bu Kades memegang tangannya seolah menguatkan.

Masih kata Warlheiyono, “Alhamdullilah desa kita sudah menyelesaikan pembangunan serba guna yang nantinya bisa dimanfaatkan warga secara gratis. Sampean punya hajat taruh disana, wes ga ate bayar tapi ya kebersihan dan keamanan dibiayai sendiri, biaya ini nantinya tetap lebih murah daripada sewa gedung diluar.” Katanya

Setelah itu saya tinggalkan lagi satu kebutuhan penting Tanggal 31 Januari 2026 telah selesai dibangun yaitu Koperasi Merah Putih, sesuai instruksi Bapak Presiden Prabowo. Gedung Merah Putih bukan untuk saya melainkan untuk seluruh warga Rangkah Kidul.

“Wes opo maneh, oh iya makam dulu jeblok (becek) kala hujan sekarang beres, kalo ada yang meninggal ga khawatir jeblok lag I ayo tepuk…tang an. Opo maneh, Makam Mbah Prani / Mbah Dowo dulu masih model bangunan lama, saiki mau sampean mau kataman disana setiap jumat legi sudah nyaman…ayo tepuk tangan “, ujar Warlheiyono dengan semangatnya

Suasana kegembiraan warga ketika Warlheiyono dengan spontan diakhir pidatonya memanggil seluruh Janda warga Rangkah Kidul dipanggil maju kedepan saat memberikan talih asih.

“Para janda silahkan maju kedepan, ini ada sedikit rejeki dari saya, doakan bila nanti saya pensiun selalu diberi kesehatan dan kelancaran, begitupun bila nanti siapapun pengganti saya sebagai Kepala Desa Rangkah Kidul tetap saya dukung”, pungkas Warlheiyono disambut gembiranya warga.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *