Sidoarjo | RNN – Bupati Sidoarjo H. Subandi beserta jajaran Forkopimda inspeksi mendadak (sidak) makanan dan minuman (mamin) di sejumlah pusat perbelanjaan kabupaten Sidoarjo, Kamis (5/3/2026).
Sidak dilmulai dari Ramayana Ciplaz Supermarket, Hypermart Lippo Plaza, dan Superindo Jenggolo guna memastikan keamanan, kelayakan konsumsi, serta kepatuhan terhadap standar kesehatan pangan yang beredar di masyarakat menjelang Lebaran 2026.
Subandi mengatakan, bahwa sidak dilakukan bertujuan untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat menjelang Lebaran.
“Untuk makanan yang kita sidak, kesehatannya harus dipastikan. Apakah di situ ada bakteri atau tidak, itu nanti akan dicek ulang data lab dokter. Kalau memang ditemukan adanya bakteri, tentu akan kita sampaikan kembali dan ditindak lanjuti,” ujarnya.
Ia menambahkan, setiap temuan harus disisir kembali agar tidak terjadi kesimpangsiuran di masyarakat.
“Jangan sampai nanti muncul anggapan yang belum tentu benar. Misalnya terlihat merah-merah, itu harus dipastikan dulu, apakah memang ada bakterinya atau tidak. Nanti hasil pemeriksaannya akan disampaikan secara resmi,” jelasnya.
Terkait roti kaleng yang turut diperiksa, Subandi menyampaikan bahwa kemasan bagian dalam menjadi perhatian.
“Kalau roti kaleng tadi kita sampaikan, selama di dalamnya masih ada plastik pembungkus, berarti bakteri tidak bisa masuk. Itu yang kita sampaikan kepada pihak pengawas. Secara umum tadi kita lihat semuanya aman, dan kita juga sudah sampaikan bahwa insyaallah aman,” pungkasnya.
Terpisah dilokasi sidak, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, kepada wartawan menyampaikan hasil sidak yang dilakukan bersama Bupati Sidoarjo di salah satu pusat perbelanjaan, bahwa secara umum hasil sidak menunjukkan makanan dan minuman kaleng dalam keadaan sesuai standar.
“Secara umum hasil sidak hari ini, makanan minuman kaleng dalam keadaan sesuai standar, hanya ditemukan beberapa yang penyok pada kaleng susu. Untuk biskuit kemasan kaleng, jika masih ada bungkus plastik di dalamnya masih aman, namun disarankan untuk tidak diperjualbelikan,” ujarnya.
Terkait bahan pangan lainnya, ia menambahkan bahwa untuk bahan mentah pihaknya berkolaborasi dengan Dinas Pertanian guna melakukan pemeriksaan kemungkinan adanya bakteri maupun bahan pengawet. Selain itu, parsel juga turut dicek dan tidak ditemukan adanya pelanggaran.
Sementara menjawab pertanyaan, “Langkah konkret apa yang akan diambil Dinkes jika ditemukan produk kedaluwarsa atau tidak memenuhi standar kesehatan di tempat perbelanjaan ini, khususnya terkait makanan dan minuman”
Ia menegaskan bahwa pengawasan dilakukan langsung di lokasi dan koordinasi lintas dinas terus diperkuat, termasuk pemeriksaan bahan mentah bersama Dinas Pertanian untuk memastikan keamanan pangan yang beredar di masyarakat,” pungkas dr.Lakhsmie.
Turut hadir dalam sidak, Bupati H. Subandi, Sekda Fenny Apridawati, Asisten I Pemerintahan dan Kesra, Ainun Amalia, Ketua DPRD H. Abdillah Nasih, Kapolresta Kombes Pol Christian Tobing, Dandim 0816 Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, Kepala BNNK Kombes Pol Gatot Soegeng Soesanto, Kasat Pol PP, Yany Setyawan, Kadinkes dr.Lakhsmie Herawati Yuwantina, Kadis Pangan dan Pertanian, Dr. Eni Rustianingsih, perwakilan Kejari dan pihak terkait lainnya.










