Sidoarjo|RNN – Tradisi ruwat desa atau ruwat deso (dalam bahasa Jawa) merupakan tradisi yang tidak asing lagi bagi masyarakat pedesaan di Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat di pedesaan masih mempercayai adat istiadat yang diwariskan. Dalam bahasa Jawa, kata ‘ruwat’ berarti ‘luwar’ berarti melepaskan atau membebaskan, yang menurut kepercayaan warga setempat yaitu membebaskan desa dari malapetaka yang tidak diinginkan.
Dengan kata lain Ruwat Desa oleh masyarakat dimaknai sebagai bentuk syukur dan bertujuan untuk mendoakan para tokoh pendiri desa juga memanjatkan doa kepada Allah SWT agar diberikan perlidungan desa dari hal buruk dan juga agar hasil pertanian warga dijauhkan dari hama perusak.
Di setiap desa di Sidoarjo yang melaksanakan tradisi ini tentunya memiliki cara uniknya tersendiri. Salah satunya Desa Kebaron Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang hingga saat ini masih mempercayai dan melaksanakan tradisi ini selama 3 hari dimulai hari Sabtu 31 Januari 2026 pagelaran wayang kulit dengan Ki dalang Didik Iswandi dari Porong dengan tema, Wahyu Mangkuto Romo semalam suntuk dan hari Minggu 2 Februari 2026 disusul gebyar Jam’iyah diwilayah RW 02 terakhir Hari Senin 2 Februari 2026 melaksakan kegiatan Istiqosah Akbar di masjid Nurul Huda desa Kebaron.

Sekdes Kebaron yang sekarang selaku PLH Kades mengatakan, tradisi atau ritual yang diadakan pada bulan Ruwah (dalam kalender Jawa) atau bulan Sya’ban (dalam kalender Hijriyah) ini identik dengan digelarnya wayang kulit. Mengapa wayang kulit? Karena selain sudah ditetapkan sejak zaman leluhur terdahulu, digelarnya wayang kulit diharapkan tidak hanya sebagai tontonan akan tetapi juga tuntunan bagi warga karena dalam setiap cerita yang ditampilkan tidak terlepas dari nilai-nilai kemanusiaan.” Kata PLH Kades Nyoto
Nanti pada hari Minggu, lanjut Nyoto, ada kegiatan gebyar Jam’iyah di RW. 02 terakhir Istiqosah Akbar di masjid Nurul Huda desa Kebaron, membacakan tahlil dan doa bersama seperti membaca surat yasin dan juga diselingi selawat nabi dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT dan mendapat perlindungan-Nya. Pada rangkaian ini semua warga desa berkumpul di masjid baik laki-laki, perempuan, bahkan anak-anak semua turut andil.
Semoga dengan adanya kegiatan ini desa Kebaron semakin maju dan bisa menciptakan pemimpin yang adil dan amanah, dan masyarakat desa Kebaron semakin tentram adem ayem dijauhkan dari malapetaka.” Pungkasnya PLH Kades Nyoto.











