Ruwat Desa Tanjek Wagir, Kades Berharap, Warga Bertambah Jaya Dan Makmur

Sidoarjo | RNN – Ruwat desa adalah tradisi adat Jawa untuk memohon keselamatan, kesejahteraan, dan kesuburan desa dengan “membersihkan” atau membebaskan dari malapetaka melalui doa, sedekah bumi (tumpengan), dan ritual budaya seperti pagelaran wayang kulit, sebagai wujud syukur kepada Tuhan dan leluhur, memantapkan kerukunan , gotong royong dan kekompakan warga, menjaga budaya dan kearifan lokal serta menjauhkan dusun dari marabahaya, serta mengenang sejarah desa.

Untuk menjaga tradisi tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes) Tanjek Wagir, Kecamatan Krembung, Sidoarjo, beserta warga mengadakan Ruwat desa yang diselenggarakan di Balai Desa Tanjek Wagir dengan pagelaran Wayang kulit semalam suntuk oleh Ki Dalang Suastomo dengan tema “Jumenenge Prabu Wongso Tanu Onok Pertapaan Gunung Gending” wayang kulit diketahui dari Dusun Plumbong Kecamatan Porong, Sidoarjo

Tampak hadir dalam acara ruwat desa Camat Krembung Slamet Riyadin, S. STP., M. HP., Kepala Desa Tanjek Wagir Amirul Fasikin, Bhabinkamtibmas dan Babinsa wilayah kecamatan Krembung, beserta ratusan warga desa Tanjek Wagir.

Kepala Desa Tanjek Wagir Amirul Fasikin dalam sambutannya menyampaikan, banyak terima kasih atas segala dukungan oleh warga, berharap Desa Tanjek Wagir kedepan akan lebih baik.

“Dengan adanya acara ruwatan desa, mudah-mudahan Desa Tanjek Wagir bertambah jaya, bertambah makmur, bertambah sukses, dan warganya sejahtera, Aamin Yaa Robbal’alamin”, kata Amirul Fasikin

Amirul Fasikin juga berharap, tradisi ruwat desa ini tetap terjaga sebagai agenda rutin tahunan, agar supaya tradisi untuk mendoakan para leluhur serta uri-uri budaya ini tidak hilang ditelan jaman.” Pungkasnya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *