Selama Tiga Bulan Proyek Tanggul Bronjong Ambrol, Kabid Drinase PUBM Sidoarjo Upayakan Perbaikan

Sidoarjo | RNN – Selama tiga bulan lebih warga desa Kepunten merasakan kecewa terjadinya tanggul Bronjong yang longsor dan terkesan tidak ada perhatian oleh dinas PUBM Sidoarjo, Camat Tulangan Moch. Andi Sulistiono, S.STP., M.SI.. langsung sidak lokasi dan memastikan seberapa parahnya pekerjaan tanggul yang longsor di sungai Kedunguling kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo Rabu (25/2/26).

Moch. Andi dilokasi Tanggul tersebut menyampaikan akan berkoordinasi dengan desa untuk bersurat ke dinas terkait.

“Kami selaku camat Tulangan akan berkoordinasi dengan desa dan bersurat ke dinas PUBM dan Sekda Sidoarjo untuk segera dilakukan perbaikan tanggul ini mas”. Sampainya Camat Moch. Andi

Warga desa Kepunten sebut saja (W) juga selaku pegawai Dinas PU Sumber Daya Air (SDA) Provinsi sangat menyayangkan adanya pekerjaan tanggul Bronjong yang dilihat tidak sesuai spesifikasi sehingga mengakibatkan longsor dengan derasnya air disungai Kedunguling.

“Spesifikasi kalau dengan anggaran 179 itu seharusnya kokoh tanggul ini mas. Kenapa ? kalau saya lihat sampai longsor ini sudah pasti tidak ada dudukan pondasi, dan hanya sebatas kawat Bronjong terus baru kalinya ditata sebatas diberi penahan Bambu”. Ucap (W) yang merasakan Kontraktor bekerja asal asalan.

Caption foto: Proyek Tanggul Bronjong yang longsor disungai Kedunguling. Rabu (24/2/26)

Disisi lain Sutris Ketua RW 1 Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan mengatakan, seharusnya kontraktor kena denda terkait keteledoran proyek tersebut tapi gak tahu mekanisma dari dinas terkait seperti apa.” Kata Sutris ketua RW.

Pihak PUBM Drinase ini seharus tanggal karena sungai ini debit airnya sangat keras sehingga paling rentan dengan Abrasi.” Pungkasnya Sutris

Diwaktu berbeda di kantor Dinas PUBM Sidoarjo Rabu, 25/2/26 Ahmad Farid Kabid Drinase membenarkan adanya kejadian tanggul Bronjong yang longsor, dan terkait kontraktor yang sudah putus kontrak terkait pekerjaan tanggul Bronjong di sungai Kedunguling Desa Kepunten.

“Memang benar mas, untuk yang sudah publikasi di LPSE Pemkab Sidoarjo pagu sebesar 180 juta dan nilai HPS paket 179 juta itu. Tapi pihak PT. Menara Hijau juga tidak terbayarkan. Nanti kita PAKkan lagi mas, ditahun 2026 ini akan segera ada perbaikan lagi mas”. Kata Ahmad Farid Kabid.

Masih kata Ahmad Farid, Kita berupaya mas, anggaran tersebut masih ada dan tidak terbayarkan, secepatnya di tahun ini, dan menunggu musim panas, kita akan kerjakan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *