Caption foto : Muktar warga Desa Randegan yang mendapat kunjungan petugas Dinas Sosial Sidoarjo Selasa (10/3/26),
Sidoarjo | RNN – Di bulan penuh berkah Ramadan mendekati hari raya Idul Fitri seorang warga Desa Randegan RT 6 RW 2, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Muktar (63), mengeluhkan adanya tulisan cat merah di rumahnya bertuliskan “Keluarga Prasejahtera Penerima Bantuan BLT DD 2021” yang hingga kini masih terpasang. Namun sampai ditahun 2026 tidak pernah mendapatkan bantuan.
Muktar kepada wartawan menyampaikan, kalau istrinya dulu pernah menerima bantuan sosial, namun, setelah istrinya meninggal dunia, dirinya tidak pernah mendapat bantuan sosial sampai tahun ini kurang lebih 3 tahun terakhir .
“Dulu masih ada istri saya pernah dapat bantuan. Namun setelah istri meninggal dunia, saya tidak pernah mendapatkan bantuan lagi, sudah hampir tiga tahun ini,” keluhnya.
Masih kata Muktar, dirinya sangat berterima kasih kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo yang telah merespon keluhannya dengan cepat. Bahkan kurang dari sehari setelah keluhan disampaikan, petugas Dinas Sosial langsung mendatangi rumahnya untuk melakukan klarifikasi dan memberikan penjelasan.
“Saya sangat berterima kasih kepada pihak Dinas Sosial yang menindak lanjuti keluhan saya. Tidak sampai sehari petugas langsung datang meninjau rumah untuk klarifikasi dan memberikan penjelasan, didampingi pihak Pemdes Randegan, Mbak Ucik,” tambahnya Muktar.
Muktar berharap, setelah kunjungan dari staf Dinas Sosial tersebut, dirinya dapat memperoleh bantuan dari pemerintah, baik dari Pemkab Sidoarjo maupun pemerintah pusat, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Sekali lagi saya sangat berterima kasih kepada Dinas Sosial dan juga Mbak Ucik yang akan membantu memproses perubahan KK terbaru saya, karena istri saya sudah meninggal,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, Martha Wara Kusuma, S.Sos, bersama Diana Ambarukmi, SH., MH., M.AP, selaku Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, menyampaiakan kepada wartawan akan merespon cepat keluhan warga Randegan tersebut.
Martha menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berupaya maksimal dalam memberikan pelayanan serta merespon keluhan masyarakat, khususnya warga yang kurang mampu.
Diwaktu berbeda, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial, Diana Ambarukmi, Selasa (10/3/26), mengatakan bahwa petugas Dinas Sosial telah mendatangi kediaman Muktar untuk melakukan pengecekan langsung.
“Petugas kami sudah mendatangi kediaman Pak Muktar. Saat ini kami akan mengupayakan agar beliau dapat memperoleh bantuan lain selain BLT DD, karena bantuan tersebut sifatnya sementara dan bergantian. Hal itu juga sudah dijelaskan oleh petugas kami,” jelasnya.
Diana menambahkan, ke depan Dinas Sosial akan mengupayakan bantuan yang bersifat lebih berkelanjutan bagi Muktar, seperti melalui Program Keluarga Harapan (PKH) atau Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) / Program Sembako.
“Untuk sementara, menjelang Lebaran kami akan mengupayakan bantuan sembako kepada Pak Muktar. Namun ke depan, data kependudukan harus diperbarui terlebih dahulu, termasuk perubahan KK karena istrinya sudah meninggal dunia,” ujar Diana kepada wartawan
Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Sidoarjo agar proses pembaruan data kependudukan tersebut dapat segera dilakukan.
Terpisah, Loetfi Ketua Komunitas Ikatan Juru Warto Sidoarjo (IJWS) yang mengetahui perihal tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo, khususnya kepada Kepala Dinas Martha Wara Kusuma dan Kabid Diana Ambarukmi. Menurutnya, respon cepat yang diberikan patut diapresiasi.
“Begitu mengetahui keluhan warga, tidak sampai sehari Dinas Sosial langsung merespon dan menugaskan stafnya turun ke lapangan menemui warga tersebut. Walaupun mungkin masih ada kasus serupa di wilayah Randegan RT 06 RW 02 khususnya,” pungkasnya.
Sementara itu, Syaiful Hakim, petugas Dinas Sosial Kabupaten Sidoarjo yang melakukan tinjauan lapangan,”berdasarkan hasil tinjauan lapangan, Bapak Muktar sebelumnya menerima bantuan BLT DD dari desa yang sifatnya bergiliran karena kuotanya terbatas. Kami juga sudah menyarankan agar KK segera diperbarui agar bisa diusulkan mendapatkan bantuan dari pemerintah,” ujar Syaiful Hakim.







