
Lampung,ENN-Warga mengeluhkan debu tebal dari proyek rehabilitasi jalan ruas Kedondong–Pardasuka di Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Proyek yang berada di bawah naungan Dinas BMBK Provinsi Lampung tersebut dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan karena minimnya pengendalian debu di lokasi pekerjaan, Kamis (28/5/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek rehabilitasi jalan tersebut dikerjakan oleh CV Sunan Makmur bersama ,konsultan pengawas PT Yudha Karya Cipta dengan waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Proyek itu bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2026 dengan nilai pagu sebesar Rp 4.008.000.000,00.
Sejumlah warga sekitar mengaku terganggu akibat debu yang beterbangan sepanjang pekerjaan berlangsung. Kondisi itu diperparah saat kendaraan melintas di badan jalan yang sedang dikerjakan sehingga debu menyelimuti rumah warga dan pengguna jalan. “Kalau siang debunya sangat tebal, masuk ke rumah dan mengganggu pernapasan. Pengendara motor juga banyak yang terganggu karena jarak pandang berkurang,” ujar salah satu warga setempat.
Wansori menilai pihak pelaksana seharusnya melakukan penyiraman rutin guna meminimalisir dampak debu terhadap masyarakat. Menurutnya, anggaran penyiraman debu sudah termasuk dalam item pekerjaan proyek. “Penyiraman debu itu dianggarkan dalam pengerjaan jalan. Biaya tersebut masuk dalam komponen Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas (K3) maupun biaya operasional alat seperti mobil tangki air di dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek.
Namun fakta di lapangan penyiraman tidak dikerjakan,” tegas Wansori. Ia meminta pihak pelaksana proyek maupun dinas terkait agar segera turun tangan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan pekerjaan, khususnya terkait standar keselamatan dan kenyamanan masyarakat sekitar proyek. Warga berharap pihak kontraktor lebih memperhatikan dampak lingkungan selama proses pengerjaan berlangsung, termasuk melakukan penyiraman rutin agar debu tidak terus mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat di sepanjang ruas jalan Kedondong–Pardasuka.
sorotan ketua LSM penjara Indonesia Proyek ini Setelah di awasi selama 15 hari berjalan ini ,Banyak kejanggalan hususnya Pemasangan drainase yang dinilai Dikerjakan tidak sesuai gambar perencanaan,untuk langkah selanjutnya kami masih terus kawal hingga selesai ,,Untuk di lokasi awak media belum Ada yang dapat dipinta keterangan dan masih melakukan upaya.


