Sidoarjo | RNN – Belum satu bulan selesai dikerjakan, proyek bronjong di sungai Kedunguling Desa Kepunten, Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo sudah mengalami kerusakan dan ambrol sampai 2 kali. (S) Ketua RW, yang tidak mau disebutkan namanya menyampaikan bahwa sebelumnya terlihat ada pekerjaan pemasangan bronjong yang dikerjakan oleh dinas pengairan Kabupaten Sidoarjo menghabiskan anggaran 179 Juta kalau melihatnya saya duga asal asalan.
Kenapa ???
Selesai pekerjaan masih hitungan hari sudah longsor, warga saya Ana yang ada di dekat tanggul situ tepatnya di RT. 02 RW 01 sebelumnya sangat senang melihat adanya pekerjaan tanggul. Begitu selesai pekerjaan masih 4 hari sudah longsor membuat jalan di sepadan sungai tergerus.” Kata S
Melihat kejadian proyek Afr/tanggul Bronjong disungai Kedunguling, Awak media menggali informasi dan konfirmasi ke Muhammad Mahmud Kadis PUBM Sidoarjo menyampaikan kalau pekerjaan proyek tersebut bukan di era dirinya menjabat, saya menjabat baru bulan Januari 2026 mas.
“Kalau pekerjaan 2025 adalah oleh kadis yang lama, bisa dikonfirmasi, saat kami masuk pekerjaan sebagian besar sudah selesai”. Kata Muhamad Mahmud Kadis PUBM Sidoarjo
Tidak berhenti di tempat, awak media mencoba menghubungi Dwi Eko Saptono yang sekarang menjabat Kadis Ketenagakerjaan (Disnaker) sebelumnya menjabat selaku Kadis PUBM Sidoarjo lewat aplikasi WhatsApp tidak ada balasan.
Akhirnya datang di kantor Disnaker hanya bisa bertemu Khoifin selaku Sekdin Disnaker Sidoarjo dan menyampaikan bapak masih ada tamu dan belum bisa ditemui.
Dihari kamis 19/2/26 awak media masih mencoba konfirmasi lagi ke Khoifin melalui Japri aplikasi WhatsApp untuk mendapat tanggapan dari Kadisnaker Sidoarjo Dwi Eko Saptono.
“Sampun saya laporkan beliau mas, petunjuk beliau akan di koordinasikan dengan pelaksana kegiatan”. Balasan Khoifin lewat jawaban Pribadi (Japri)
Diwaktu berbeda awak media juga menghubungi PT. Menara Hijau yang beralamat di Perumtas 4 Blok B4/17 lewat aplikasi WhatsApp mendapatkan jawaban.
“selamat pagi, Mohon maaf terkait kontrak tersebut, kami sudah putus kontrak, dan kami tidak mencairkan dana tersebut maaf,” jawaban PT. Menara Hijau lewat japri WhatsApp.
Pada hari Senin (23/2/26) 3 awak media mendatangi kantor dinas PUBM Sidoarjo di terima Suprayitno salah kadis PUBM yang mewakili Muhamad Mahmud kepala dinas untuk bisa dihubungkan Farid selaku kepala bidang Drainase PUBM terkait pekerjaan proyek bronjong yang menghabiskan 179 juta membalas, maaf saya mewakili bapak Mahfud disini jawaban saya juga sama dengan bapak “Tidak tahu”.
“Nanti saya sampaikan ke bapak mahmud selaku pimpinan, agar bisa komunikasi dengan pak Farid selaku kepala bidang Drainase.” Pungkasnya Suprayitno
Menanggapi adanya pekerjaan proyek Bronjong di sungai Kedunguling diwilayah kecamatan Tulangan H. Suhadak. S.H, Ketua Umum LSM News Garda Nusantara Probolinggo lantang mengatakan bahwasannya kalau pekerjaan pekerjaan belum genap 6 bulan itu masih kewajiban kontraktor PT yang mengerjakannya, kalau sampai melarikan diri dan tidak ada tanggung jawabnya itu bisa dilaporkan.
Masih kata H. Suhadak, apalagi kata awak media Rajawali Nusantara News sesuai informasi yang didapat sudah menghabiskan 179 juta dan sudah dinyatakan “Paket sudah selesai” artinya pembangunan sudah selesai, terus kalau belum ada 2 bulan sudah rusak atau ambrol itu masih tanggung jawab Kontraktor yang mendapatkan proyek tersebut, terus dari dinas terkait PUBM juga harus tanggap apalagi sudah mengeluarkan biaya ratusan juta.” Kata H. Suhadak. S.H.
Tapi kalau masih saja belum ada tindakan dari dinas PUBM dan Kontraktor yang terkait, kami atas dasar informasi dari awak media Rajawali Nusantara News siap melaporkan ke Kejaksaan Negeri Sidoarjo untuk pemeriksaan lebih lanjut.” Tegasnya H. Suhadak. S.H.












