
Lampung,RNN – Sulitnya menemui sejumlah Kepala Desa di Kabupaten Pesawaran usai pencairan anggaran Dana Desa (DD) menuai sorotan tajam dari publik. Hal ini memunculkan berbagai spekulasi dan kecurigaan masyarakat terkait transparansi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan desa.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah Kepala Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Bagus Giarto. Ketika tim media berupaya melakukan konfirmasi dan wawancara terkait penyerapan anggaran yang baru saja turun pada tahap pertama, figur pemimpin desa tersebut sulit dijumpai.Minggu (26/4/26),
Tim media yang mendatangi kantor desa maupun kediaman pribadinya berkali-kali tidak menemui orang yang bersangkutan. Keberadaannya seolah menghilang dan terkesan menghindari pertanyaan dari awak media maupun masyarakat.
Kondisi ini semakin memperkuat dugaan dan kecurigaan publik bahwa ada indikasi penyalahgunaan atau penyelewengan anggaran negara yang dialokasikan untuk kesejahteraan masyarakat desa.
Bukan hanya terkait anggaran tahun berjalan, kecurigaan juga mengarah pada pengelolaan dana desa di tahun-tahun sebelumnya. Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat dugaan kuat bahwa realisasi anggaran tidak berjalan sesuai dengan yang tertulis dalam dokumen perencanaan dan laporan pertanggungjawaban.
“mendapati informasi bahwa penggunaan anggaran dana desa dari tahun-tahun sebelumnya diduga tidak terealisasi dengan baik. Ini yang membuat harus turun tangan untuk mengecek kebenarannya,
Dalam hal ini, tim media berkomitmen untuk terus menelusuri dan mengkonfirmasi kebenaran data tersebut. Investigasi akan difokuskan untuk membongkar bagaimana sebenarnya penggunaan anggaran tersebut, apakah pembangunan fisik benar-benar ada dan nyata di lapangan, atau hanya sekadar tercatat rapi dalam rincian belanja namun tidak memiliki wujud fisik (fiktif).
Masyarakat pun berharap agar pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti,hal ini demi memastikan hak-hak rakyat tidak dikorupsi dan pembangunan desa dapat berjalan sesuai visi dan misi yang dijanjikan (Red).
Hingga berita ini disusun berdasarkan informasi yang diterima. Pihak terkait masih akan dihubungi untuk mendapatkan tanggapan dan klarifikasi resmi guna melengkapi pemberitaan yang berimbang.





