Sidoarjo | RNN – Warga Desa Buncitan digegerkan adanya kepala desanya Mujiono (56) ditemukan sudah tidak bernyawa di balai desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo pada Minggu (3/4/2026). Kabar duka ini menyebar dan menjadi kabar heboh ditengah masyarakat desa Buncitan.
Meninggalnya kepala desa Mujiono dalam kondisi yang tidak diketahui oleh warganya hingga kini Polisi masih menyelidiki penyebab Kematiannya. Banyaknya warga berbondong-bondong datang kelokasi kejadian untuk memastikan melihat langsung bapak pimpinannya yang meninggal ruangan kepala desa yang kondisinya gantung diri dengan duduk.
Kapolsek Sedati IPTU Masyita Dian memastikan pihak kepolisian telah menangani kasus tersebut secara serius.
“Benar, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di balai desa. Saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim identifikasi Polresta Sidoarjo,”. Tegasnya.
Petugas segera melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti dan menelusuri kronologi kejadian. Area balai desa juga sempat disterilkan guna mendukung proses penyelidikan.” Ujar Iptu Masyita
Sementara warga mulai berspekulasi dugaan terkait penyebab kematian korban. Namun, belum ada kepastian terkait informasi yang beredar.
Seperti yang dikatakan Suwarno, salah satu warga, mengaku mendapat kabar awal dari lingkungan keluarga korban.
“Katanya ada dugaan bunuh diri, tapi itu masih informasi awal. Kami sendiri tidak tahu pasti kondisi sebenarnya,” kata Suwarno
Polisi menyatakan bahwa semua dugaan tersebut belum dapat dibenarkan sebelum hasil penyelidikan keluar.
Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan isu yang belum jelas kebenarannya.
Sejumlah Saksi telah dimintai keterangan untuk memperjelas situasi sebelum kejadian. Polisi juga akan memastikan menunggu hasil identifikasi lebih lanjut guna menyebabkan kematian.
Iptu Masyita memberi himbauan kepada warga adanya peristiwa meninggalnya Kepala Desa Buncitan ini menjadi perhatian serius aparat dan masyarakat. Hingga hasil resmi keluar, publik diminta tetap bijak dalam menyikapi informasi dan tidak berspekulasi terkait penyebab kematian korban.” Pungkasnya





