
Lampung,RNN – Kisah pilu kembali datang dari masyarakat kecil yang merasa luput dari perhatian pemerintah. Rusmini, warga Desa Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, mengaku selama bertahun-tahun hanya menjadi “penonton” berbagai program bantuan sosial yang digulirkan pemerintah.
Di rumah sederhananya yang berdinding papan bekas dan beratapkan seng bocor, Rusmini tinggal bersama suami dan keempat anaknya yang masih membutuhkan biaya pendidikan dan kebutuhan sehari-hari.
Suaminya bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kondisi ekonomi keluarga yang serba kekurangan membuat Rusmini berharap dapat merasakan manfaat dari program bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), hingga bantuan perbaikan rumah.
Namun hingga kini, harapan itu belum juga terwujud.
Dengan mata berkaca-kaca, Rusmini mengungkapkan kekecewaannya karena merasa tidak pernah tersentuh bantuan pemerintah.
“Saya melihat bantuan sosial PKH dan BPNT yang dibagikan pemerintah kepada warga begitu indah dilihat, dan beban hidup mereka terasa lebih ringan setelah menerima bantuan itu. Tapi sayangnya saya hanya jadi penonton saja selama ini. Saya lihat orang dapat bantuan bedah rumah, dapat PKH, BPNT, bantuan pendidikan dan lainnya. Saya cuma bisa melihat dan mendengar. Lalu kriteria warga seperti apa yang layak mendapat bantuan itu? Di mana pemerintah, di mana keadilan itu?” ungkap Rusmini sambil meneteskan air mata, Minggu (21/6/2026).
Sebelumnya, nama Rusmini sempat menjadi perhatian publik setelah kisah anaknya yang kesulitan mendaftar sekolah akibat sistem pendaftaran yang dianggap rumit viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, Rusmini memohon agar pemerintah dapat membantu menyelesaikan persoalan tersebut sehingga anaknya tetap bisa melanjutkan pendidikan.
Video tersebut menuai simpati masyarakat. Banyak warganet berharap pemerintah dapat memberikan perhatian khusus kepada keluarga Rusmini serta mengevaluasi sistem pelayanan publik yang dinilai masih menyulitkan sebagian masyarakat, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses dan pemahaman teknologi.
Masyarakat juga berharap pemerintah daerah maupun pemerintah pusat dapat menindaklanjuti kondisi keluarga Rusmini dan memastikan program bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, sehingga tidak ada lagi warga kurang mampu yang merasa terpinggirkan dan hanya menjadi penonton di tengah berbagai program kesejahteraan yang ada.
“Kami hanya ingin anak-anak kami bisa sekolah dan hidup lebih baik,” menjadi harapan sederhana yang disampaikan Rusmini, mewakili suara banyak keluarga kecil yang masih menanti hadirnya keadilan sosial di tengah kehidupan yang serba sulit.


