Sidoarjo | RNN – Musrenbang Tematik Stunting adalah forum perencanaan pembangunan khusus yang bertujuan mempercepat penurunan prevalensi stunting melalui integrasi program lintas sektor, konvergensi data, dan pengoptimalan anggaran. Fokus utamanya mencakup intervensi gizi, perbaikan sanitasi, ketahanan pangan, dan pendampingan keluarga beresiko.
Seperti yang dilakukan Pemerintah desa Ploso Rabu (08/07/2026) bertempat di balai desa Ploso Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo yang dihadiri Camat Wonoayu Drs. Anis Anwar, Kepala desa Ploso Nur Sutajib, Pendamping desa M. Syamsudin, Bidan desa Karina Damayanti, A.Md.Keb.Karina, Ketua PKK beserta kader PKK desa Ploso, BPD, RT/RW dan tokoh masyarakat desa Ploso.
Kepala desa Ploso Nur Sutajib menyampaikan materi terkait target daerah dalam penanganan stunting, data stunting, aksi konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting, anggaran kabupaten terkait stunting, dan upaya Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam rangka percepatan penurunan stunting dengan mengidentifikasi dan menentukan strategi sebagai bagian dari konvergensi penurunan stunting, agar angka pravelensi stunting dan jumlah penderita stunting dapat menurun.
“Upaya percepatan penurunan stunting ini, fokus data dan sasaran stunting serta konsistensi kegiatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo dalam rangka penurunan stunting”. Tuturnya Nur Sutajib
Intervensi serentak bukan ditujukan untuk menurunkan stunting secepat-cepatnya, namun menjadi awal perbaikan konvergensi bersama dan tingkat pencegahan yang lebih massif.” Pungkasnya Nur Sutajib
Sementara itu Camat Wonoayu Drs. Anis Anwar menambahkan bahwa meskipun sudah ada MBG, pola asuh yang baik berperan sangat penting dalam pencegahan stunting. Pola asuh erat kaitannya dengan perilaku dan kebiasaan yang dilakukan oleh anggota keluarga.
“Sebagai contoh masih adanya kecenderungan orangtua utamanya laki-laki yang mengedepankan kepentingan pribadinya mengonsumsi rokok dan menomorsekiankan pemenuhan gizi anak.” tegasnya. Hasil Pra-Musrenbang ini akan diusulkan ke kabupaten Sidoarjo menjadi bahan utama dalam Musrenbang Kabupaten Sidoarjo untuk Penyusunan RKPD 2027. Saya berharap disetiap OPD terkait diharapkan menyelaraskan program/kegiatannya dengan prioritas yang telah disepakati. Kata Anis Anwar
Dibutuhkan koordinasi lintas sektor yang lebih intensif untuk memastikan integrasi program di tingkat kabupaten. Dari hasil Musrenbang ini nanti akan diusulkan ke Provinsi juga meliputi bimtek tatalaksana balita masalah gizi, bimtek tatalaksana balita masalah gizi (usulan kabupaten), kalibrasi alat antroprometri secara berkala oleh kalibrator kecamatan Wonoayu pengolahan Limbah Rumah Tangga, dan budidaya tanam vertikurtur. Menentukan prioritas bukanlah tentang menyelesaikan lebih banyak hal, melainkan tentang menyelesaikan hal yang benar. Karena penyelarasan prioritas adalah kunci untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.” Pungkasnya Anis Anwar.






