
Lampung,RNN-.Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIB Kotaagung aktif menjalankan program kemandirian dan ketahanan pangan melalui kegiatan bercocok tanam.WBP membudidayakan berbagai jenis sayuran, termasuk kangkung, sawi, dan yang tberhasil memanen 30 Kg sayur perhari yang masuk kelapas
Selain pengelolaan lahan tanah konvensional, WBP juga dilatih teknik pertanian hidroponik (mulai dari pengecekan kadar air hingga pembersihan,dan hasil panen di jual kepenggepul 30 kilo gram Sayuran perhari tapi sangat di sayangkan untuk pembayaran belum juga terbayar Oleh CV, Kayu Aro dengan Direktur perusahan Ab,alamat Perusahaan CV,Kayu Aro di jalan way Bunut,gang suka Asih,kelurahan Yosorejo kecamatan metro timur,dan pelaksanaan di lapangan CV,Bumi Sinar Semaka yang beralamat di jalan Ir,Juanda Desa Teba Bunuk kecamatan Kota Agung Barat dengan Direktur Perusahaan Zd
keseluruhan Rp;10.980.000 dalam jangka waktu selama 2 bulan
Dan ini jelas menghambat Fremi bagi para WBP yang telah berhari hari menanam dan memanen dan ada hak mereka bagai mana para WBP akan semangat apa bila Fremi mereka tidak di bayar kan,dan janji janji dari hari ke hari hingga sampai dua bulan,
Dalam permen imipes no 1 Tahun 2025 bahwa memerintah kan kepada pihak penyedia dalam kegiatan pengadaan bahan makanan agar memperdaya kan hasil hasil kegiatan pembinaan pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan dan tata boga di UPT permasyarakatan sebesar 5% dari total nilai kontrak
Kasubsi Giatja M.Yusuf ,lapas kelas IIB Kota Agung Tanggamus,Geram dengan para pemborong,ia mengungkap kan, sudah selama dua bulan pembayaran macet dan hanya janji janji saja,dan ini dari bulan 8 sudah mulai macet dan bulan 9 sekarang sudah masuk bulan 10 dan bagai pertanggung jawaban kami kepada WBP yang sangat mengharapkan Fremi dari hasil tanam dan panen,dan ini menghambat Fremi WBP,dan ini tidak mendorong asta cita dari Presiden sementara kami punya kewajiban untuk bayar Fremi kepada WBP yang bekerja,dan saya harap kan kami tunggu itikad baik untuk segera membayar karena kami harus membayar Fremi untuk para WBP dan kami juga mengeluarkan PNPB,dan ini semua terhambat karena pembayaran selama 2 bulan tidak di bayar bahkan sekarang sudah masuk bulan 10 ungkap nya (Red)


