
Pesawaran,RNN – Wacana pembangunan ornamen Gedung DPRD Kabupaten Pesawaran dengan nilai anggaran mencapai Rp7,8 miliar menuai sorotan tajam dari masyarakat dan kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Rencana tersebut dinilai tidak menjadi prioritas dan berpotensi sebagai pemborosan anggaran daerah. Ketua LSM Penjara Indonesia DPD Provinsi Lampung, Mahmuddin, secara tegas menyampaikan keberatannya atas usulan tersebut. Ia menilai anggaran sebesar itu seharusnya dapat dialokasikan untuk kebutuhan yang lebih mendesak dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti infrastruktur, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan ekonomi, wacana pembangunan ornamen gedung DPRD dengan anggaran miliaran rupiah sangat tidak tepat. Ini terkesan pemborosan,” ujar Mahmuddin.
Menurutnya, pemerintah daerah harus lebih bijak dalam menentukan skala prioritas penggunaan anggaran, terlebih dalam kondisi ekonomi yang masih membutuhkan perhatian serius. Mahmuddin juga meminta Bupati Pesawaran untuk segera melakukan evaluasi dan meninjau ulang usulan tersebut agar tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
“Kami meminta Bupati untuk mengevaluasi dan meninjau kembali rencana ini. Jangan sampai kebijakan yang diambil justru menimbulkan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah daerah,” tegasnya.
Sejumlah masyarakat juga turut menyuarakan penolakan terhadap rencana tersebut. Mereka berharap anggaran daerah lebih difokuskan pada pembangunan yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Hingga berita ini diturunkan, pihak terkait belum memberikan keterangan resmi terkait urgensi dan rincian perencanaan pembangunan ornamen gedung DPRD tersebut.



